Wisata Pulau Galang dan Sejarahnya | Jejak Kuliner Wisata Pulau Galang dan Sejarahnya - Jejak Kuliner

Jejak Kuliner dan Wisata

Breaking

Rabu, 23 Agustus 2017

Wisata Pulau Galang dan Sejarahnya

KULINER Dan WISATA

Humanity Statue Tinhn Han Loai
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki banyak pulau. Selain itu, salah satu keunikan dari Indonesia adalah berbatasan langsung dengan negara-negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura. Daerah di Indonesia yang berbatasan dengan Singapura adalah Batam.                                                                                                                










Namun, jika wisatawan ingin mengunjungi sebuah destinasi wisata di Batam yang lain daripada yang lain, cobalah berkunjung ke Pulau Galang. Pulau ini menyimpan banyak peristiwa sejarah dan bisa dieksplor dengan cara yang berbeda. Penasaran? Simak penjelasan berikut ini.Batam sendiri memang sudah terkenal sebagai sebuah destinasi wisata yang patut dikunjungi di wilayah barat Indonesia. Batam menjajahkan pesona wisata yang cenderung pada wisata pantai karena Batam memang memiliki cukup banyak pantai yang eksotis.

Sejarah Pulau Galang

Sejarah Pulau Galang
Pulau ini adalah sebuah pulau yang memiliki kisah sedih di masa lalu yang hingga saat ini bisa dilihat dari bekas-bekas bangunan atau benda yang tersisa. Di sana ada sebuah lokasi bernama Kampung Vietnam.
Pulau ini menjadi saksi dari kekejaman tentara Vietnam, hingga warga Vietnam rela mengungsi jauh dari negaranya.
Pulau ini juga menjadi sebuah bukti bahwa masyarakat Indonesia sejak zaman dahulu memang ramah. Terbukti dari jasa Indonesia yang mau menampung korban perang Vietnam tersebut.
Kampung Vietnam itu sendiri merupakan sebuah lokasi pengungsian di masa tahun 1975 yang luasnya mencapai 80 hektar. Lokasi camp pengungsian ini berdiri saat perang saudara di Vietnam. Ada banyak pengungsi dari Vietnam yang ditampung di sana. Jumlahnya mencapai 250.000 orang pengungsi.
Para pengungsi melarikan diri dari negaranya dengan perahu-perahu kayu yang hanya mampu menampung 40 hingga 100 orang saja. Mereka terombang ambing di Laut Cina Selatan bahkan selama berbulan-bulan. Ada banyak pengungsi yang meninggal sebelum sampai di pulau pengungsi. Kebanyakan karena kelaparan. Orang-orang yang selamat, terus melanjutkan perjalanan hingga mendarat di kepulauan Indonesia.
Saat hidup di pulau ini, mereka hanya bisa mengandalkan bantuan dari pihak PBB untuk menyambung hidup mereka. Para pengungsi tersebut kemudian dipulangkan ke Vietnam pada tahun 1996 selepas perang saudara berakhir.
Aksesibilitas
Lokasi wisata pulau ini ada di sekitar 60 kilometer dari kota Batam. Wisatawan yang ingin berkunjung bisa datang ke kota Batam. Dari sana, wisatawan harus menuju arah jembatan Barelang yang sangat terkenal di Batam. Perjalanan dilanjutkan dengan menyeberangi 3 jembatan kecil dari sana untuk tiba di Memorial of Galang. Perjalanan itu sekitar 1,5 jam melewati Jembatan Barelang.

Wisata Pulau Galang

Wisata di pulau ini dibuka dengan konsep museum atau wisata sejarah, dimana wisatawan yang berkunjung bisa melihat-lihat bekas pengungsian di Kampung Vietnam.
Kondisi wisata di pulau ini memang berbeda dengan pulau lain yang kebanyakan menampilkan keindahan alam. Di pulau ini, wisatawan akan seolah-olah berada di negara Vietnam zaman dulu. Tentunya akan ada pengalaman baru saat berkunjung ke sini. Beberapa spot wisata yang bisa dikunjungi antara lain:
1. Humanity Statue Tinhn Han Loai
Humanity Statue Tinhn Han Loai
Sebuah patung yang berada di dekat area masuk Kampung Vietnam merupakan patung kemanusiaan yang dibuat untuk mengingatkan dunia bahwa masih diperlukan kedamaian.


Patung itu dinamai Tinhn Han Loai karena mengambil satu dari nama seorang gadis Vietnam bernama Tibhb Han Loai yang mati karena bunuh diri.
Konon, perempuan ini adalah korban kekerasan dan perkosaan yang dilakukan oleh sesama pengungsi Vietnam. Perempuan ini bunuh diri karena tidak kuasa menanggung malu.
Di lokasi patung ini ada banyak monyet liar yang habitatnya tidak boleh diganggu. Namun monyet itu tidak akan mengganggu.
Monumen Perahu
2. Monumen Perahu



Monumen perahu adalah sebuah spot yang menampilkan perahu kayu kecil yang digunakan oleh para pengungsi Vietnam untuk menuju Indonesia. Di perahu kecil itulah ratusan pengungsi berdesakan untuk melarikan diri. Bisa dibayangkan bagaimana sengsaranya mereka.
Perahu tersebut pernah ditenggelamkan oleh para pengungsi. Kabarnya itu adalah upaya pengajuan protes ke pemerintahan Indonesia karena mereka pernah akan dipulangkan ke negara Vietnam.
Kini perahu tersebut direnovasi dan dijadikan satu bagian dari wisata sejarah Kampung Vietnam.
3. Pemakaman Nghia-Trang Galang
Pemakaman Nghia-Trang Galang
Di pulau ini juga ada kompleks pemakaman yang menampung sekitar 500 makam dari pengungsi. Mereka meninggal karena wabah penyakit yang mereka bawa dari Vietnam.
Pemakaman tersebut berbentuk khas Vietnam dan kini sudah semakin tidak terawat. Pemakaman ini juga merupakan satu bagian dari sejarah yang menjadi saksi bisu perjuangan para pengungsi.
Di area masuk pemakaman ada satu tulisan dalam 4 bahasa yang merupakan pesan untuk mengingat sejarah kelam tersebut. Hingga saat ini, seringkali ada keluarga pengungsi dari Vietnam yang datang ke sini untuk berziarah ke makam keluarganya yang dikubur di sini.
4. Museum Kampung Vietnam
Museum Kampung Vietnam
Museum ini merupakan museum yang menampilkan barang-barang peninggalan para pengungsi. Ada juga foto diri mereka yang kini dipasang di museum. Foto-foto tersebut dipasang dengan judul Seribu Wajah Kenangan Camp Sinam Pulau Galang.
Selain foto, ada banyak peralatan hidup pengungsi Vietnam yang dipajang, seperti peralatan rumah tangga ataupun peralatan kantor PBB saat bertugas di pulau tersebut.
Selain itu ada juga rumah sakit dan penjara Kampung Vietnam. Penjara di Kampung Vietnam ini digunakan untuk mengurung para pengungsi Vietnam yang suka melakukan kejahatan. Kedua bangunan tersebut terkenal angker.
Tempat Ibadah
Ada juga bangunan ibadah seperti Vihara Quan Am Tu, beberapa gereja lainnya, dan juga sebuah mushola. Vihara tersebut sudah mengalami beberapa kali pemugaran dan kini bentuknya tidak sama persis dengan bentuk aslinya. Tapi, kesan sejarah dan nilai religi masih bisa didapatkan dari sana. Vihara ini adalah salah satu tempat ibadah yang sering dijadikan lokasi ibadah pada masa itu. ada patung Guang Shi Pu Sha di depan vihara.

Tips Wisata

Bagi kamu yang tertarik untuk berkunjung ke pulau ini, beberapa tips berikut ini mungkin bisa membantu.
  • Wisatawan sebaiknya datang pada pagi hingga siang hari. Karena suasana saat sore hari apalagi malam hari akan sangat menakutkan.
  • Wisatawan sebaiknya membawa bekal makanan sendiri, baik makanan berat atau makanan ringan, karena pulau ini adalah pulau kosong yang tidak ada penjual atau warung makanannya.
  • Jangan lupa berdoa sebelum menuju ke pulau. Dan selalu jaga etika agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Jika wisatawan berasal dari luar Batam, lebih baik sudah memiliki tempat untuk menginap, baik itu penginapan, hotel, atau rumah keluarga yang tinggal di Batam, karena di kawasan ini tidak ada hotel atau penginapan.
  • Bawa topi dan kacamata hitam untuk meminimalkan panas dari matahari saat pagi dan siang hari.

Demikianlah ulasan singkat dari wisata sejarah di Pulau Galang di Batam. Semoga bermanfaat dan semoga liburanmu di Batam menyenangkan.


Wisata Pulau Galang dan Sejarahnya 3.5 Annisa Andriani Wisata Pulau Galang dan Sejarahnya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar