Wisata Budaya di Yogyakarta | Jejak Kuliner Wisata Budaya di Yogyakarta - Jejak Kuliner

Jejak Kuliner dan Wisata

Breaking

Kamis, 24 Agustus 2017

Wisata Budaya di Yogyakarta

KULINER Dan WISATA

Masjid Gedhe Kauman
Yogyakarta merupakan salah satu daerah wisata yang sangat terkenal di Indonesia. Yogyakarta terkenal sebagai sebuah daerah yang kaya akan wisata budayanya. Banyak orang yang datang ke Jogja hanya ingin menikmati suasana malam di kota Jogja dan menikmati budaya penduduk setempat yang terkenal ramah tersebut. Namun, tentu saja hal ini kurang lengkap tanpa mengunjungi beberapa objek wisata budaya di Yogyakarta berikut ini.

1. Masjid Gedhe Kauman






Masjid Gedhe Kauman di kompleks Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan Masjid Raya Kesultanan Yogyakarta yang hingga saat ini berdiri tegak.
Masjid ini posisinya ada di sebelah barat dari alun-alun Yogyakarta. Masjid Gedhe Kauman didirikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I dan Kyai Fatih Ibrahim Diponingrat. Kyai ini merupakan seorang penghulu Kraton pertama.

Masjid Gedhe Kauman adalah simbol Kerajaan Islam Mataram di Yogyakarta. Kabarnya, masjid ini merupakan masjid tertua di



Indonesia dan sudah ada sejak tahun 1773. Dengan mengunjungi masjid ini, wisatawan bisa mendapatkan pengalaman wisata religi sekaligus wisata sejarah.
Tempatnya juga mudah dikunjungi dan sudah cukup terkenal. Untuk menuju ke masjid ini wisatawan melakukan perjalanan dari Malioboro, lalu mengambil belokan ke kanan (Jl. K.H Dahlan). Di sana akan ada gapura Kauman. Masuk saja ke sana.

2. Benteng Vredeburg

Benteng VredeburgBenteng Vredeburg merupakan salah satu objek wisata sejarah dan budaya yang ada di Yogjakarta. Benteng ini memiliki arsitektur kolonial belanda dan warananya putih bersih. Benteng ini merupakan sebuah museum perjuangan nasional Indonesia.
Saay ini, benteng ini menjadi salah satu destinasi wisata edukasi yang selalu dikunjungi oleh wisatawan yang mampir ke Malioboro. Banyak hal bisa didapatkan di benteng ini, baik itu mengenai hal-hal yang berbau seni, kebudayaan, juga ilmu pengetahuan sejarah yang dilengkapi dengan bukti-bukti perjuangan bangsa Indonesia di zaman dahulu.
Benteng Vredeburg posisinya tidak jauh dari Malioboro dan juga tidak jauh dari Keraton Kesultanan Yogyakarta. Jika berkunjung ke Malioboro, wisatawan bisa berlajan kaki maupun naik trans Jogja untuk sampai di sana. Museum ini buka setiap hari kecuali hari Senin.

3. Monumen Serangan Umum 1 Maret

Monumen Serangan Umum 1 MaretTidak jauh dari Benteng Vredeburg, terdapat satu monumen yang dikenal sebagai Monumen Serangan Umum 1 Maret. Lokasi monumen ini adalah di seberang Kantor Pos Besar Yogyakarta. Jadi, jika kamu mengunjungi benteng Vredeburg, jangan lupa mampir.
Monumen ini dibangun untuk memperingati serangan umum tanggal 1 Maret 1949. Serangan ini dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia di bawah pimpinan Letkol Soeharto. Sejarah mencatat pada saat itu, bangsa Indonesia kembali diserang oleh Belanda.
Untuk menuju ke Monumen Serangan Umum 1 Maret, wisatawan bisa berjalan kaki dari Malioboro ke arah. Di sana ada perempatan Kantor Pos Besar Jogjakarta. Tidak jauh dari sana ada monumen yang dimaksud.

4. Makam Imogiri

Makam ImogiriMungkin banyak yang bertanya apa asyiknya berwisata ke pemakaman. Namun, pemakaman Imogiri Yogyakarta ini berbeda dan bisa menjadi sarana wisata budaya yang cukup memberikan kesan tersendiri. Pasalnya, Makam Imogiri merupakan salah satu makam bersejarah di Yogyakarta karena merupakan sebuah komplek pemakaman para Raja Mataram dan keturunannya.



Makam Imogiri sudah ada sejak tahun 1632 – 1640M dan dibangun oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo. SUltan Agung Adi Prabu Hanyokrokusumo adalah Sultan Mataram ketiga dan merupakan keturunan langsung dari Panembahan Senopati.
Untuk memasuki kawasan Makam Imogiri pun wisatawan harus mengenakan pakaian tradisional Mataram. Untuk laki-laki biasanya akan diberikan basekap hitam atau biru tua atau jarit. Untuk wanita biasanya akan diberikan kemben dan tidak dibolehkan memakai perhiasan.

5. Museum Dharma Wiratama

Museum Dharma WiratamaMuseum Dharga Wiratama lokasinya ada di Jalan Jenderal Sudirman Yogyakarta. Museum ini cocok untuk wisatawan pecinta dunia militer, karena tempat merupakan museum dengan tema militer.
Sejarah mencatat bahwa bangunan ini pada tahun 1950 – 1980 digunakan sebagai Markas Komando Resirem (makorem). Namun sejak tahun 1980, bangunan ini beralih fungsi menjadi Museum Dharma Wiratama Yogakarta dan eksis hingga hari ini.




Di sana terdapat begitu banyak koleksi bersejarah yang berhubungan dengan dunia kemiliteran, mulai dari kendaraan militer Tank Stuart MK I dan II bautan Amerika, hingga senjata militer kuno berupa samurai, golok, hingga senjata api jenis pistol disimpan di museum ini.

6. Istana Negara, Gedung Agung Yogyakarta

Gedung Agung YogyakartaIstana Negara Jogja dikenal juga dengan nama Gedung Agung Yogyakarta. Lokasi istana negara ini adalah di Jalan Ahmad Yani dan tidak jauh dari Malioboro. Gedung Agung ini posisinya ada di jantung Kota Yogjakarta. Luas dari istana negara ini adalah 43,585 meter persegi.
Kabarnya, bangunan utama dari komplek istana ini mulai didirikan pada pertengahan tahun 1824. Tokoh yang memprakarsai pembangunan gedung ini adalah Anthony Hendriks Smissaerat yang merupakan Residen Yogyakarta ke-18 (menjabat antara tahun 1823-1825).



Tujuan dari pembangunan gedung ini adalah sebagai wadah bagi residen-residen Belanda yang ada di Indonesia. Bangunan ini diarsiteki oleh A Payen. Gedung ini juga memiliki sejarah tersendiri, yaitu pernah menjadi istana kepresidenan Indonesia saat Yogjakarta di tunjuk menjadi ibukota negara.

7. Museum Batik dan Sulaman Yogyakarta

Museum Batik dan Sulaman YogyakartaMuseum Batik Yogyakarta merupakan museum batik pertama di DIY. Museum ini pernah memperoleh penghargaan dari MURI pada tahun 2001 sebagai pemrakarsa berdiriya Museum Sulaman pertama di Indonesia.
Museum Batik ini tertelak di Jalan Dr. Sutomo Yogyakarta. Di sana ada sebanyak 1.259 koleksi tentang dunia perbatikan, mulai dari jenis-jenis kain batik dan beberapa peralatan membatik. Koleksi peralatan batik yang dipajang adalah canting tulis, parafin, canting cat, bahan warna tradisional, serta malam batik.


Museum Batik diresmikan oleh Kanwil P&K Daerah Istimewa Yogyakarta pada 12 Mei 1977. Di sana juga ada koleksi tertua berupa kain batik yang dibuat pada tahun 1840.

8. Kotagede

KotagedeWisata budaya di Yogyakarta yang cukup terkenal adalah Kotagede. Kotagede merupakan sebuah nama dari satu kawasan yang terletak di Yogyakarta. Kotagede ini menyimpan banyak kisah sejarah, terutama yang berkaitan dengan asal muasal munculnya kerajaan Islam Mataram.
Dinamakan sebagai Kotagede, karena dulunya daerah ini merupakan desa kecil ditinggalkan oleh masyarakatnya dan menjadi hutan. Lalu Ki Gede Pemanahan membangun kembali daerah ini karena memperoleh kekuasaan dari Sultan Hadiwijaya. Semakin hari, kawasan ini semakin ramai. Dari sanalah muncul istilah Kotagede atau Kota Besar.
Di sana ada banyak bangunan kuno yang usianya sudah mencapai ratusan tahun. Bangunan itu merupakan saksi bisu berkembangnya kebudayaan Mataram pada abad ke 16. Di sana juga banyak pengrajin perak dan batik yang bisa dikunjungi.

9. Museum Perjuangan Yogyakarta

Museum Perjuangan YogyakartaMuseum Perjuangan merupakan sebuah museum yang didirikan dengan tujuan untuk mengenang sejarah perjuangan Bangsa Indonesia dalam rangka mengenang 50 tahun masa Kebangkitan Nasional.
Lokasi museum ini adalah di Jalan Kolonel Sugiyono Yogyakarta. Museum Perjuangan Yogyakarta ini dibangun pada 17 Agustus 1959 dan diprakarsai oleh Sri Paku Alam VIII sebagai tokoh yang melakukan peletakan batu pertama.
Bangunan dari museum ini bentuknya cukup artistik. Bagian atas dari bangunan ini terinspirasi dari gaya arsitektur kekaisaran Romawi Kuno. Sementara itu, bagian bawah bangunan terinspirasi dari gaya bangunan Candi Mataram Hindu.

10. Monumen Jogja Kembali

Monumen Jogja KembaliMonumen Jogja Kembali atau yang biasa dikenal sebagai Monjali ini merupakan salah satu monumen bersejarah yang ada di Yogyakarta. Monumen ini adalah monumen yang dibangun untuk memperingati berhasilnya TNI untuk merebut kembali Yogjakarta atas penjajahan Belanda.
Monumen ini dibangun sejak 29 Juni 1985. Peletakan batu pertamanya dilakukan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono IX dan  juga Sri Paduka Paku Alam VIII.
Saat ini monumen ini sudah bisa dikunjungi dengan mudah. Wisatawan bisa menuju ke sana dengan bus trans Jogja atau pun dengan kendaraan pribadi. Banyak wisatawan yang mampir ke sana karena tertarik dengan bentuk bangunan monumen yang cukup unik.

11. Museum Affandi

Museum AffandiMuseum Affandi sebenarnya adalah tempat tinggal sekaligus studio lukis milik Affandi. Affandi sendiri merupakan pelukis terkenal yang sudah sejak lama namanya tersohor di Indonesia. Lokasi Museum Affandi adalah di Jl. Laksda Adisucipto dan cukup mudah didatangi, termasuk dengan menggunakan trans Jogja.
Di museum ini wisatawan juga bisa menikmati lukisan karya Affandi serya karya pelukis lain. Karya seni di galeri ini pasti akan membuat wisatawan takjub. Wisatawan juga bisa naik ke menara dan menyaksikan seluruh kompleks bangunan uamh ada. Bukan hanya itu, di sana juga ada Café Loteng yang bisa dikunjungi untuk sekadar makan atau menikmati suasana di sekitar bangunan.
Museum Affandi buka setiap hari dari pukul 09.00 – 16.00. Harga tiket masuk ke museum adalah Rp 20.000 dan cukup terjangkau untuk wisata budaya di Yogyakarta.

12. De Mata Trick Eye

De Mata Trick EyeMuseum De Mata Trick Eye adalah museum yang memiliki koleksi gambar 3D. Wisatawan yang berkunjung bisa menyaksikan sekitar 120 gambar dan lukisan 3D. Gambarnya pun memiliki ukuran yang bervariasi. Bahkan, beberapa gambar memiliki ukuran mencapai 5 meter.
Kabarnya, museum ini adalah museum 3D pertama di Yogyakarta. Koleksi gambar 3D terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain sirkus, romance, superhero, ornamen, binatang, tokoh olahraga, landscape, dan lain sebagainya. Wisatawan bisa bebas mengambil foto dan bergaya seasyik mungkin.
Lokasi museum ini adalah di Basement XT Square dan buka setiap hari sejak pukul 10.00 hingga pukul 22.00 WIB. Harga tiket masuk museum adalah sebesar Rp 50.000 per orang.

13. Museum Ullen Sentalu

Museum Ullen SentaluMuseum Ullen Sentalu lokasinya ada di lereng Merapi sehingga hawa di sana sangat sejuk dan nyaman untuk berwisata. Museum Ullen Sentalu ini menyimpan berbagai koleksi peninggalan Kerajaan Mataram. Museum ini bisa menjadi salah satu wisata budaya Yogya yang direkomendasikan.
Wisatawan yang tidak tahan dingin ada baiknya mempersiapkan pakaian hangat saat berkunjung karena suhu di sana berkisar antara 15 hingga 25 derajat celcius sesuai keadaan. Yang unik dari museum ini adalah arsitektur bangunan yang menyatu dengan alam sekelilingnya.
Saat berkunjung, wisatawan akan dipandu oleh seorang pemandu sehingga wisatawan tidak akan kebingungan. Di sana ada Ruang Seni dan Gamelan, Guwo Selo Giri, Kampung Kambang, dan Ruang Sasana Sekar Buwana, serta Koridor Letja Randa.

14. Museum Sonobudoyo

Museum SonobudoyoMuseum Sonobudoyo adalah museum kedua terlengkap di Indonesia yang berfokus pada koleksi kesenian serta koleksi kebudayaan Indonesia. Museum ini adalah salah satu tempat wisata budaya di Yogyakarta yang terbilang cukup tua. Namun mungkin belum banyak yang mengetahuinya.
Museum Sonobudoyo diresmikan pada tahun 1935 Sri Sultan Hamengku Buwono VII.  Museum ini dibagi menjadi dua unit. dan posisinya terpisah. Unit pertama adalah di alun-alun utara keraton Yogyakarta. Sedangkan unit kedua adalah di daerah Wijilan.
Harga tiket masuk museum adalah Rp 3.000 saja. Sangat murah untuk mempelajari budaya dan sejarah Yogyakarta, bukan? Di sana wisatawan juga bisa menonton pagelaran wayang orang dengan biaya tiket hanya Rp 20.000 saja.

15. Museum Anak Kolong Tangga

Museum Anak Kolong TanggaDinamakan Museum Anak Kolong Tangga karena memang lokasinya berada di bawah kolong tangga concert hall Taman Budaya Yogyakarta. Museum ini adalah museum mainan anak di Yogyakarta dan merupakan museum mainan anak pertama di Indonesia.
Setidaknya ada lebih dari 10.000 koleksi di sana yang terdiri dari gambar, buku cerita, mainan, poster, dan sebagianya. Koleksi di museum ini ada yang berasal dari Indonesia dan ada juga yang berasal dari negara lain.
Ada beberapa mainan tradisional buatan tangan yang merupakan koleksi mainan dengan unsur tradisi, budaya, bahkan mitos tertentu. Beberapa jenis mainan yang bisa didapati antara lain layangan, mainan motor kayu, miniatur rumah, kuda-kudaan dari batu, dan masih banyak lagi.
Demikianlah beberapa objek wisata budaya di Yogyakarta yang bisa dikunjungi untuk orang-orang yang memang suka akan kebudayaan, sejarah, maupun kesenian bangsa Indoneisa di Yogyakarta. Semoga liburanmu menyenangkan dan semoga informasi ini bermanfaat.
Wisata Budaya di Yogyakarta 3.5 Annisa Andriani Wisata Budaya di Yogyakarta

Tidak ada komentar:

Posting Komentar