Kenapa Kamu Harus ke Aceh | Jejak Kuliner Unik dan Wisata Indonesia | @ Idoreg.Com Kenapa Kamu Harus ke Aceh - Jejak Kuliner Unik dan Wisata Indonesia | @ Idoreg.Com

Jejak Kuliner Unik dan Wisata Indonesia | @ Idoreg.Com

Jejak Kuliner dan Wisata Indonesia

Breaking

Kamis, 09 November 2017

Kenapa Kamu Harus ke Aceh

KULINER Dan WISATA



Kenapa Kamu Harus ke Aceh


Aceh merupakan Provinsi berada dipaling ujung sebelah barat di pulau Sumatera, kalau kita berbicara Provinsi yang satu ini, pasti indentik dengan konflik Rakyat Aceh VS RI dan juga indentik dengan peristiwa tsunami.



Provinsi ini dinilai memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Sebagai daerah pesisir Aceh memiliki banyak garis pantai yang indah dan mempesona. Sementara itu di dataran tinggi bentangan alamnya yang aduhai akan membuat siapa pun terkagum-kagum. Belum lagi objek-objek peninggalan sejarah yang sampai sekarang masih terus bermunculan, seperti bekas peninggalan Kerajaan Samudera Pasai di Aceh Utara.

Bagi masyarakat luar, Aceh selalu bikin penasaran. Tak bisa dipungkiri jika konflik puluhan tahun, tsunami dan syariat Islam telah membentuk persepsi berbeda-beda tentang Aceh bagi masyarakat di luar sana. Setidaknya mereka perlu ‘mencari’ alasan yang kuat mengapa harus datang ke Aceh.

Tari saman aceh
1. Kota Serambi Mekkah
Aceh dijuluki Kota Serambi Mekkah karena keislaman kota ini memang benar-benar terasa layaknya Kota Mekkah. Salah satunya bisa dilihat dari Qanun (aturan) yang dibuat pemerintah Aceh tentang aturan berpakaian yang semestinya untuk wanita maupun pria, aturan menghentikan semua aktivitas ketika waktu shalat tiba, sampai aturan berboncengan sepeda motor juga dibuat.

2. Kuliner
Salah satu kuliner khas yang bikin ketagihan selain Mie Aceh yang sudah tersohor, adalah Gulai Pliek U. Ini merupakan sayur khas Aceh, rasanya yang agak asam dan pedas, berpadu dengan kuah kental yang berasal dari bumbu khas Aceh dijamin akan membuat keringat mengucur deras. Ayam Tangkap. Ayamnya dipotong kecil-kecil dan tersembunyi dibalik daun Teumuru.

Ciri khas masakan khas Aceh adalah berbumbu dan kaya akan rempah yang menguatkan cita rasanya. Beberapa bumbu misalnya seperti asam sunti (belimbing wuluh yang dikeringkan) hanya ada di Aceh. Asam sunti juga sering menjadi oleh-oleh penting bagai masyarakat Aceh yang sudah berdomisili di luar Aceh saat pulang kampung.


Masjid Baiturrahman adalah simbol ke-Islam-an, kultur, arsitektur, budaya dan semangat masyarakat Aceh. Berbicara Aceh tidak mungkin tidak berbicara masjid megah ini. Baiturrahman adalah bangunan relegius kebanggaan warganya. Masjid Baiturrahman dibangun pada masa kesultanan Sulthan Iskandar Muda. Sekitar tahun 1612 Masehi. Selain menganndung nilai sejarah, masjid ini juga menjadi saksi ganasnya bencana tsunami yang menimpa Aceh beberapa tahun silam.


Minum kopi sudah menjadi tradisi yang begitu melekat di masyarakat Aceh. Pagi sebelum berangkat kerja atau melakukan berbagai aktivitas, diawali dengan ngopi dulu. Sebelum dan setelah kuliah, mahasiswa ngopi dulu. Pagi siang malam ngopi. Tiada hari tanpa ngopi. Tidak heran di Kota Banda Aceh hari ini berjamur tempat ngopi yang keren-keren. Warung kopi di sana tidak lagi berkesan tradisonal seperti dulu. Warung kopi kopi disulap sedemikan rupa menjadi tempat tempat nongkrong yang nyaman. Saat kamu traveling ke sana, kamu akan merasakan sensasi ngopi seperti yang kita ceritakan. Jangan lupa pesan kopi khas Aceh seperti kopi gayo, kopi ulee kareng dan kopi sanger.



Bagian paling barat dari Indonesia terletak di Aceh, tepatnya di Sabang. Titik paling barat itu ditandai dengan sebuah tugu yang dikenal dengan tugu nol kilometer. Datang dan berfoto di tugu nol kilometer tentu bukan hal yang biasa. Kamu hanya perlu datang ke bagian paling timur Indonesia, maka kamu dianggap sudah menjelajahi Indonesia dari ujung ke ujung.


Aceh pantas masuk daftar kota dengan tingkat kriminalitas terendah, terlepas dari persoalan Aceh beberapa tahun yang lalu. Dari pendapat orang-orang yang juga pernah ke Aceh, mereka mengakui saat jalan-jalan di pusat keramaian di Aceh mereka tidak harus memeluk tas mereka atau menaruhnya di bagian depan seperti saat berjalan-jalan dikota lain.


Aceh merupakan salah satu provinsi di indonesia yang masih menjaga kelestarian alamnya. pantai Lampuuk di Lhoknga yang pasir putihnya sangat bersih. Lalu di Pulau Weh, Sabang ada pantai Iboih yang airnya begitu jernih bahkan hingga terlihat jelas karangnya, dan membuat yang main di sana rasanya ingin berlama lama. Sebagai seorang pencinta pantai -meskipun saya tidak bisa berenang, Pantai di Aceh itu seperti jarang tersentuh, meskipun selalu ramai pengunjung.


Ada Masjid Raya Baiturrahman, saksi bisu bencana tsunami kala itu, meskipun diterjang tsunami tapi ajaibnya masjid tersebut tetap berdiri kokoh. Ada pula Museum Tsunami Aceh yang menyimpan semua seluk beluk bencana tersebut. Serta sebuah kapal yang terseret ke darat dan berada tepat diatas rumah warga. Saat berkunjung kesana saya berkenalan dengan seorang wisatawan asing. Wisatawan tersebut membuat saya terhenyak, dia yang berasal dari negara yang budayanya banyak diadopsi anak-anak muda Indonesia, ternyata sangat mengagumi sejarah Aceh.


Beda dengan layanan yang ada di tempat lain, pelayanan yang ditawarkan oleh si Tukang Pangkas selain potong rambut, Tukang Pangkas juga menawarkan layanan untuk merapikan jenggot, kumis dan brewok. Serta kalau bulu hidungnya sudah panjang menjulur keluar, layanan untuk merapikan ini juga bakal kita dapetin tanpa tambahan ongkos.

Layanan yang paling enak dan bisa membuat kita kembali segar setelah duduk lama dengan posisi kepala enggak boleh terlalu bergerak biar hasilnya gak semraut, terakhir kita mendapatkan pelayanan pijat. Pijat yang dilakukan semacam pijat refleksi yang bisa bikin kita kembali bugar. Pijatannya mulai dari kepala, bahu dan dan sedikit punggung. Bisa kebayang kan, gimana enaknya dipijit setelah duduk diam.


Saat berkejaran dengan jadwal mata kuliah dan absen di kantor sebelum jam 8 pagi, dan ingin sampai dirumah tepat waktu namun semua berantakan hanya karena MACET, tentu bukan hal yang menyenangkan bukan

Hal itu tidak akan kamu dapatkan saat di Aceh. Meskipun Aceh bukan kota dengan penduduk yang sedikit, tapi sejauh ini lalu lintas di Aceh masih bisa dibilang lancar ke manapun hendak pergi.

Jekak Kuliner
Kenapa Kamu Harus ke Aceh 3.5 Annisa Andriani Kenapa Kamu Harus ke Aceh

Tidak ada komentar: